asociacionzambrano.com

Berbagai Budaya di Amerika Selatan
Post Entry

Kebudayaan Amerika Di Mata Orang Lain

Categories

Commenting is disabled.

Kali ini, mimin akan membahas mengenai kebudayaan Amerika dari pengalaman seseorang yang mimin lihat di salah satu situs bernama Neneng Rosmy. Dirinya disini mengatakan ada beberapa kebudayaan yang bisa di lihat oleh dirinya yang hanyalah seorang Ibu Rumah tangga saja, bukan seseorang yang memang suka banget Travelling atau anak Backpaker lainnya. disini dirinya adalah orang Indonesia yang kebetulan bisa tinggal di wilayah California pada tahun 2012 silam. Namun, disini dirinya sudah tinggal bersama dengan suami sejak tahun 2002 di Amerika. Dulunya dirinya berada di lingkungan pergaulan dengan kebanyakan Mahasiswa dari Indonesia dan beberapa agama lainnya yang tinggal di asrama kampus, teman kerja yang ada di kantor dan lainnya di Hawaii.

Disini bisa dikatakan Amerika ialah negara Imigran. Banyak sudah penduduknya datang dan berasal langsung dari berbagai belahan di negara dunia ini. budaya Amerika sendiri menjadi budaya yang banyak sekali tercampur dari negara lainnya. dari pengalaman Neneng sendiri, dirinya sadar betul bahwa kenyataan dari orang-orang Amerika tidak seperti yang ada pada Film-Film yang bertebaran di Box Office yang ada.

Nah, dari sinilah dimulai beberapa pengamatan yang dilakukan oleh Neneng mengenai kebudayaan yang ada di Amerika ini mengenai masyarakatnya sendiri. Dan budaya ini bisa dikatakan sekiranya berbeda dengan apa yang biasanya kalian lihat di Indonesia pastinya. Mari di cek bagaimana kebudayaan masyarakat Amerika.

Kebudayaan – PERTAMA

Pada kebudayaan ini memperkenalkan adanya peranan orang tua ( Ayah serta Ibu ) pada sebuah keluarga. Kebanyakn orang mengira anak perempuan di sana senang dengan bekerja, namun setelah diamati oleh dirinya justru kebalikannya. Anak perempuan disana lebih senang menjadi IRT setelah mereka semua menikah. Memang sebagian diantaranya ada yang bekerja formal, namun lebih memilih bekerja setelah semua anak-anaknya tumbuh dewasa lebih dahulu. Karena di perkirakan saja, biaya sewa baby sitter atau nyewa pembantu di sawa cukup mahal dan bisa juga karena takut menitipkan anak pada orang lain maka dari itu, mereka semua rela menjadi Ibu rumah tangga saja.

Tapi memang benar adanya, Ayah yang berada di Amerika menjadi peran utama dalam mencari nafkah bagi keluarganya tersebut. walau ada sebagian yang terbalik, namun hanya kesekian persen saja. Dan wanita yang memilih bekerja pun setelah menikah juga masih ada kesekian persennya saja.

Kebudayaan – KEDUA

Mengerti adanya arti dari Keluarga. Dari definisi ini, neneg menyebutkan bahwa definisi dari keluarga itu bukan hanya terdiri dari kepala keluarga, ibu rumah tangga beserta dengan anak. Akan tetapi, bisa terisi dalam sesuatu hal lainnya yang manis dalam menjalin hubungan keluarga itu agar tetap sejahtera. Anak-anak yang ada di Amerika, rata-rata sudah diajarkan membaca sejak usia dini dan sudah di berikan bekal berbagai macam cara melalui sebuah buku, lalu film-film dan media lainnya. anak pun juga bisa saja berbeda, tidak melulu anak kandung, bisa juga anak sambung , anak adopsi, siapa yang tahu bukan ?..

Perkawinan disana adalah sebuah pilihan, yang berarti keluarga bisa didasari atas perkawinan ataupun tidak. Dan mereka yang melakukan menikah, memang dikarenakan adanya alsan agama yang keduanya percayai, lalu melihatd ari nilai-nilai kebaikan, kekuatan, bahkan sebuah hukum dari perkawinan. Dan hal berbeda lainnya ialah jika disana adanya pasangan yang memilih untuk tinggal bersama tanpa adanya ikatan perkawinan, tidak akan di kucilkan bahkan di usir. Karena itu bukan urusan tetangga dan juga urusan negara.

Kebudayaan – KETIGA

Berhubungan adanya Privasi. Mereka yang sudah menikah, pasti akan tinggal dirumah sendiri karena masalah adanya Privasi itu sendiri. Dan disana kebanyakan orang tuanya memilih tidak tinggal bersama dengan kedua anaknya , dan lebih memilih untuk tinggal di rumah Jumpo atas keputusan orang tua itu sendiri. Dan memang pada dasarnya di negara Amerika, anak-anak yang sudah berumur 1 tahun akan tidur di kamar sendiri. Dan pada saat sudah menginjak masa remaja, orang tua disana tidak memiliki kuasa untuk langsung masuk kedalam kamar anaknya tersebut. jika ingin masuk, harus minta izin terlebih dahulu kepada sang anak.

Kebudayaan – KEEMPAT

Masalah lebudayaan pada mengisi Weekend. Dimana di Amerika sendiri sudah setiap orang menantikan adanya Weekend ini yang sudah diisi penuh dari adanya keluarga. Disana ada yang merencanakan untuk Hiking, lalu berolahraga, piknik bersama , makan bersama keluarga besar dan beberapa hal lainnya . itulah yang menjadi ciri weekend yang diinginkan.

Kebudayaan – KELIMA

Permasalahan terhadap Traktri mentraktir di Amerika. Pada kebudayaan yang ada di Amerika, masalah mentraktir orang itu hanya cukup sesekali saja dalam mentraktir. Dan dalam hal ini sendiri juga bisa dilakukan langsung kepada orang yang memanglah sudah sangat dekat dan hanya terjadi pada orang yang sudah dekat juga. Misalnya saja sebagai salah satu contohnya saat sedang berulang tahun,  dimana seringnya mendaptkan ada kado atau bentuk hadiah lainnya.

Lalu ada juga, yang biasanya mentraktir makan di luar bersama dan itu tidak sepenuhbnya di bayarkan oleh si pentraktir namun, membayar dengan cara sendiri-sendiri layaknya patungan. Biasanya di bayar langsung ke kasir dan bukan seperti orang Indo yang terkadang lebih melimpahkan ke si yang pentraktir tersebut ataupun juga melakukan pengumpulan duit yang nantinya akan di berikan ke kasir oleh salah seorang dari diantara kalian ini.

Kebudayaan – KEENAM

Kebudayaan yang satu ini mengenai Budaya Volunteer. Dimana ini menjadi kebudayaan kerja dengan sukarela yang cukup luar biasa. Disini pun neneng pernah berkata bahwa dirinya sering berjumpa langsung ke para manula dan juga sudah pensiun pada tempat-tempat umum yang sudah bekerja sebagai salah satu tenaga kerja Volunteer. Alasan yang di buat pun juga sangat bermacam-macam. Selain dari untuk mengisi untuk mengisi adanya waktu dan juga sekaligus sudah memanfaatkan adanya Ilmu atau pengalaman dengan cara bekerja sukarela yang juga bisa untuk bersosialisasi sambil memelihara adanya ketahanan dari kerja otak serta daya ingat mereka.

Pada sekolah-sekolah yang mereka semua tempati pun juga banyak sudah para ibu rumah tangga yang sudah berdedikasikan langsung untuk menyisikan adanya waktu dalam membantu kegiatan di sekolah tersebut. selain itu, semuanya juga terjadi pada anak-anak yang sudah remaja. Dimana mereka ini saat liburan sudah datang akan mencari adanya sebuah kegiatan yang memang bisa untuk menyalurkan adanya keahlian ataupun membantu sedikitnya kelancaran dari sebuah program pada kegiatan tertentu.

Nah, dari adanya kebudayaan ini dirasa kita jadi bisa tahu bagaimana keadaan dari Amerika itu sendiri. Kebudayaan ini sendiri mimin dapat dari salahs atu situs yang bernamakam nenegrosmy wordpress. Semuanya memang mengenai sudut pandang dirinya yang tinggal di California bersama sumi tercintanya.