asociacionzambrano.com

Berbagai Budaya di Amerika Selatan
Post Entry

Fakta-fakta Tentang Indian Amerika Latin

Categories

Commenting is disabled.

Amerika Serikat sendiri sangat dikenal oleh dunia dan juga sangat identik dengan penduduknya yang mayoritas berkulit putih. Banyak orang juga yang mengetahui bahwa sejarah penduduk asli Amerika adalah suku Indian. Suku Indian merupakan pemukim pertama Amerika Utara yang datang dari Asia yaitu lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Mereka pada akhirnya menetap dan kemudian berkembang menjadi berbagai suku lainya. Lalu selama berabad-abad lamanya membangun masyarakat mereka secara teratur.

Fakta-fakta Tentang Indian Amerika Latin

Namun sejak abad ke-16, keberadaan mereka sendiri terancam seiring datangnya masyarakat Eropa yang menginginkan tempat baru di wilayah Amerika Utara. Budaya dan juga jejak sejarah mereka pun perlahan tersingkirkan. Kemudian mereka dibantai oleh bangsa Eropa. Pembantaian ini bahkan diklaim lebih kejam dibandingkan pada pembantaian yang dilakukan oleh Nazi. Diperkirakan pada saat itu terdapat 50-100 juta penduduk suku Indian yang kemudian dibantai saat itu. Lalu, seperti apakah fakta menarik tentang suku Indian, suku asli Amerika yang belum diketahui oleh banyak orang. Berikut ini adalah fakta menarik tentang Suku Indian.

Asal Kata Indian

Sebenarnya yang menciptakan kata Indian tentunya bukanlah suku asli Amerika melainkan Christopher Columbus, sang penjelajah yang sangat terkenal dari Eropa. Saat berlayar dan kemudian menemukan sebuah daratan, ia mengira bahwa daratan tersebut adalah daratan India atau (di Asia). Sehingga, dia memanggil suku-suku yang ditemukannya dengan nama Indian. Orang-orang mengikutinya dan kemudian menggunakan kata Indian bahkan menggunakannya hingga saat ini, walaupun fakta menunjukkan bahwa penamaan Indian tersebut sebenarnya berasal dari sebuah kekeliruan.

Suku Indian

Orang Eropa yang memandang penduduk asli Amerika sebagai satu suku, yakni Indian. Padahal, nyatanya ada banyak sekali suku di daratan Amerika yang memiliki nama masing-masing. Misalnya saja suku Apache, Mohawk, Blackfoot, dan juga lain-lain. Sebagian suku itu tidak mengenal satu sama lain dan juga mereka memiliki perbedaan budaya. Namun karena pengaruh pandangan dari orang kulit putih, dunia pun menganggap penduduk asli Amerika sama saja sebagai satu suku, yaitu suku Indian.

Diperlakukan Tidak Adil

Saat orang-orang Eropa saat itu mulai berdatangan ke Amerika untuk mendapatkan emas dan juga berbagai tujuan lainnya, penduduk asli Amerika menyambut mereka dengan sangat baik. Namun lama kelamaan lahan dan juga tanah kelahiran mereka diambil secara perlahan-lahan. Kemudian terjadi berbagai macam perang dan juga berbagai konflik yang menelan cukup banyak korban jiwa, sehingga jumlah penduduk suku asli pada saat itu semakin berkurang sementara imigran kulit putih di sana terus berdatangan. Kebudayaan suku-suku tersebut pun kemudian digeser dengan kebudayaan barat lainnya, bahkan mereka harus berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris sehingga bahasa asli kesukuan mereka pun terancam punah.

Reservasi

Pada abad 18-19, pemerintah yang juga notabene merupakan keturunan kulit putih menerapkan berbagai kebijakan. Penduduk-penduduk suku asli yang pada saat itu masih hidup terpaksa ditempatkan di wilayah-wilayah tertentu yang dinamakan wilayah reservasi. Tempat yang disediakan tersebut cukup tertinggal dibanding dengan pusat-pusat kota yang ada di Amerika yang megah seperti sekarang ini. Kondisi ekonomi, pendidikan, dan juga geografisnya pun membuat reservasi kurang layak untuk dapat ditinggali. Banyak masyarakat suku asli yang hidup miskin, stress, hingga bahkan menghabiskan hari-harinya dengan mabuk.

Indian saat Ini

Penduduk asli Amerika yang juga berkulit kecoklatan ini kerap kali dipandang sebelah mata, baik itu oleh penduduk asli Amerika kulit putih maupun juga dunia. Mereka dianggap terbelakang dna juga kuno. Hanya sebagian kecil yang mendapatkan sebuah pekerjaan layak dan menjadi sukses. Tetapi penduduk asli tersebut tetap berjuang agar nantinya hak dan suara mereka didengar oleh segenap warga Amerika, sama halnya seperti para penduduk kulit hitam keturunan Afrika-Amerika.

Perang Besar yang Terjadi Selama Puluhan Puluhan Tahun

Suku asli Amerika tentunya mereka tidak mau begitu saja jika tanah mereka dijajah dan dijadikan koloni bangsa pendatang. Akhirnya mereka melakukan sebuah perlawanan besar-besaran untuk mempertahankan wilayah yang pada saat itu sudah mulai menipis. Bangsa Eropa yang akhirnya mendirikan Amerika menjadi geram dengan usaha yang tanpa menyerah ini, Akhirnya mereka mengerahkan banyak sekali pasukan untuk melakukan sebuah peperangan besar.

Setidaknya yaitu dari tahun 1776-1815, perang dengan suku Indian dilakukan dengan sangat besar-besaran. Bangsa pendiri Amerika melakukan sebuah pembantaian massal kepada suku Indian di desa-desa tanpa ampun. Di masa itu, menemukan berbagai desa yang penuh mayat berserakan adalah sebuah hal yang biasa. Oh ya, selain melakukan sebuah penyerangan dengan tembakan dan juga dengan ledakan, bangsa Eropa juga membawa penyakit seperti disentri dan smallpox yang juga sangat berbahaya.

Pembersihan Indian Secara Massal

Pendiri Amerika sangat serakah dan kemudian mau melakukan apa saja untuk mendapatkan keinginannya tersebut. Salah satu yang dilakukan oleh mereka yaitu membuat aturan untuk pengusiran. Banyak indian yang diminta pindah ke wilayah yang telah di reservasi. Jika para Indian ini menolak untuk pergi, pemerintah Amerika nantinya berhak melakukan pemaksaan, penghukuman hingga mungkin pembunuhan secara langsung.

Pemindahan tersebut tentu membuat banyak orang Indian menolak. Mereka adalah orang asli Amerika, bagaimana mungkin mereka malah harus pergi dan tidak mendapatkan tanah leluhurnya. Akhirnya banyak orang Indian menolak untuk direlokasi ke zona yang telah disediakan. Dampaknya tentu saja sebuah pembantaian banyak suku Indian tak berdosa dengan cara membabi buta.

Pembantaian Terbesar Hingga yang Tak Terlupakan

Pembantaian terbesar yang pernah terjadi di Amerika yaitu pada masa California Gold Rush. Saat tambang emas saat itu ditemukan di California. Mengetahui hal tersebut Indian tentu tidak mau jika disuruh pergi ke wilayah lainnya. Akhirnya terjadi sebuah perang dan pembantaian massal hanya karena emas yang sangat dicari oleh kaum pendatang yang datang ke kawasan Amerika.

Selanjutnya ada Perang Indian terjadi di beberapa wilayah seperti Sand Creek, Bear River hingga juga di Wounded Knee. Para perang ini, pembantaian benar-benar tak bisa dibendung lagi. Jutaan orang Indian kemudian dibantai dengan cara yang mengerikan. Kekerasan dan kehancuran mirip seperti kiamat yang terjadi di wilayah yang tidak akan bisa dilupakan oleh orang Indian hingga sekarang ini.

Memiliki Kesamaan DNA

Menurut penelitian DNA dari suku asli Amerika memiliki kesamaan dengan orang-orang di kawasan Asia Timur dan ras Australo-Melanesia. Ras Australo-Melanesia adalah sebuah kelompok suku yang termasuk manusia yang berburu dan juga meramu di Asia Tenggara, penduduk diantaranya adalah Papua Nugini, Solomon Island, Vanatua, dan suku asli Australia.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang suku Indian yang harus diketahui. Suku Indian adalah suku asli Amerika, mereka datang namun disingkirkan. Walaupun sekarang ini diskriminasi masih sering terjadi tentang warga

 

PARTNER LINK

JAGOAN88 merupakan situs judi slot online terpercaya dan terlengkap di Indonesia, daftar judi online dengan bonus new member 20%

JAGOAN88 adalah situs judi online terpercaya dan agen judi bola terbaik di Indonesia, menyediakan berbagai produk judi slot online, judi bola dan live casino online